Posts

Showing posts from February, 2016

Jejak Rasa

Kau datang menyapa dengan canda Membuatku tertawa hingga lupa Katamu kau mau memburu ilmu Sampai manakah kau berusaha? Entahlah tiba-tiba aku ingin tahu Mungkin karena mimpimu sama dengan mimpiku Maka dari itu aku mulai memikirkanmu Tapi setelah semua jejak rasa yang kau tinggal Kau memilih untuk menjaga Rasa macam apa yang ingin kau jaga? Aku ingin tahu Atau sebaiknya aku pura-pura tidak mau tahu Aku resah karena itu ... Aku lelah karena itu ...

Sayangnya Allah

Saking sayangnya Allah sama kamu, Dia ciptakan mata agar kau mampu melihat indahnya dunia. Saking sayangnya Allah sama kamu, Dia ciptakan mulut agar kau bisa makan nikmat-Nya. Saking sayangnya Allah sama kamu, Dia ciptakan tangan agar kau bisa membantu yang lain, bekerja dengannya. Saking sayangnya Allah sama kamu, Dia ciptakan kaki agar kau bisa melangkah ke mana kau mau pergi. Saking sayangnya Allah sama kamu, Dia ciptakan akal agar kau bisa berfikir tentang segala yang terjadi. Saking sayangnya Allah sama kamu, Dia ciptakan hati agar kau memahami, merasai sejatinya apa tugasmu di bumi. Apakah kau bisa mencipta semua itu? Tidakkah semua itu cukup bagimu?

Tentang Iman

Jangan hanya orang lain biasa melakukan, kamu jadi ikut-ikutan. Milikilah prinsip. Peganglah iman. Lalu teguhlah berjalan. Kau dibedakan oleh Tuhan berdasarkan iman, bukan karena banyaknya teman. Imanmu harus berada di atas rasa dan logikamu. #nasehatindirisendiri.

Teman Perjalanan

Semakin jauh kau berjalan, kau semakin tahu dengan jelas (si)apa-(si)apa saja yang ingin dan terus akan kau perjuangkan. Tentu, karena Allah yang memberimu kekuatan. Iya, kan? Seorang pejalan yang melakukan perjalanan dengan memiliki tujuan yang jelas tidak akan mudah menyerah jika tidak tahu arah, tidak akan menghentikan langkah meski xaman terus berubah. Mimpinya satu. Dan terus menyatu dalam setiap langkah kaki yang mengiringi nafasnya yang tinggal satu-satu. Karena dia yakin ada Allah Yang Satu yang akan membawanya ke tempat tujuan itu.

Lepas Rasa

Pernahkah kau merasa ketika semua terasa semu ... Lalu hatimu bergetar saat mendengar adzan ... Dan setiap gerakan shalat terasa menguatkan ... Lalu sujudmu terasa syahdu hingga kau enggan mengangkat kepalamu ... Dan ketika kau menengadahkan tangan terasa ringan ... Lalu hatimu terasa lapang ... Dan bulir air mata jatuh Saat membaca barisan ayat peringatan ... Semu ... Syahdu ... Sujudmu ... Do'amu ... Lalu kau merasakan sakitnya rindu yang menusuk-nusuk hatimu ... Duhai Allahu Rabbi aku punya pinta Berkahilah waktu yang tersisa ... Izinkan kita bertemu di surga ... Aamiin.