Posts

Showing posts from April, 2020

Tentangmu

Image
Hadirmu mengajari bahwa waktu berharga,  Sedeti saja terasa bermakna, Begitulah cara kerja cinta,  Merasuk pada celah-celah hati,  Mengisinya dengan harap tak bertepi,  Di bawah langit yang sama kita berbagi rasa, Segala cita terasa dapat dicapai bersama, Kita ...  Adalah bukti bahwa takdir Tuhan itu nyata, Bagi mereka yang bersabar dalam meyakininya, Jatuh cinta itu mudah, Menemukan orang sepertimu itu susah,  Bersamamu adalah anugerah, 

Ramadhan Kita

Sayup lirih Adzan berkumandang, Pertanda berakhirnya kisah juang, Ada yang tersenyum menatap meja makan,  Sederet do'a dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, Lauk nasi, sayur, dan lauk bergantian dihidangkan, Bertukar cerita mereka tentang hari yang dilalui, Bahwa Ramadhan kali ini terasa berbeda sekali, Penuh gelak tawa, canda tiada henti, Kemenangan didapati tiada hambatan berarti, Ada yang tersenyum menatap meja makan, Sederet do'a dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, Meski nasi dan lauk pauknya masih dalam bayangan, Bertukar cerita mereka tentang hari yang dilalui, Bahwa Ramadhan kali ini terasa istimewa sekali, Penuh keprihatinan dan kesabaran yang menguji, Sayup lirih terdengar si kecil membaca Al Qur'an, Menjadi kemenangan sejati yang meluluhkan hati, Semoga semua kawan diselimuti dengan keberkahan Ramadhan, Melalaui segala yang terjadi dengan penuh kesyukuran, #YukBerpuisi Sebuah puisi yang kutulis dalam event memeringati hari puisi nasional yan...

Teman Seperjalanan

Hai teman seperjalananku … Selamat siang! Aku menyapamu dengan puisi, kali ini,  Mimpiku hampir saja berlalu jika kau tidak datang tepat waktu di hari itu, Berjam-jam kita lalui bersama dalam satu ruang bernama kereta, Kita berbagi cerita hampir tanpa jeda, Hari itu adalah pembuktian, Jumlah pertemuan tidak jadi satu-satunya pedoman kedekatan ikatan,  Hampir semua rasa telah kubagi,  Tanpa takut dihakimi, Kau memberikan kesempatan pada setiap jengkal pemahamanku, Aku mengagumi lapangnya hatimu, luasnya sudut pandangmu, dan juga jernihnya fikirmu, Banyak kata telah kucoba rangkai untuk mendefinisikanmu,  Tapi semuanya seperti tak mampu memenuhi wujud nyatamu, Pada waktu yang masih berjalan,  Kuluangkan untuk menanam harapan akan adanya pertemuan, Harapan yang terus tumbuh menjadi teman mereka yang terus berjuang, Selamat siang teman seperjalananku, Lewat puisi ini kusampaikan salam kerinduan ... *Sebuah puisi yang kutulis ...

Teman Seperjalanan

2 Jam terakhir perjalanan kami sedikit lebih hening.Ada waktu di mana kami sibuk dengan fikiran kami masing-masing. Suara laju kereta memecah keheningan yang tercipta setelah perbincangan kami terakhir tentang keluarga.Barangkali karena kami asyik berbagi cerita suara itu serasa tidak terdengar di jam-jam sebelumnya.Aku meraba fikiranku sendiri tentangnya. Tiba-tiba aku ingin tahu sebenarnya peristiwa apa saja yang ia alami di sepanjang kehidupannya sehingga ia menjadi setangguh itu. Setidaknya itu kesan yang kutangkap dari beberapa waktu yang kuhabiskan bersamanya.Ada ragu sejenak mampir ke akalku sebelum dengan hati-hati aku berucap “menurutmu apa yang menyebabkan kegagalanmu?". Aku menggenggam tanganku pertanda ada kecemasan dalam diriku.Aku takut pertanyaanku terlalu berat untuk dijawab.Kegagalan, seberapapun itu adalah sebuah pengalaman berharga tetap saja tidak mudah untuk dibagikan.Beberapa orang memilih menutupinya. Ia menaruh botol air mineral setelah kembali meneg...

Teman Seperjalanan

2 Jam perjalanan ke empat, kami berbagi cerita tentang keluarga kami. Di sela-sela kami makan biskuit bersama terdengar bunyi nada dering di sebuah ponsel. Seseorang meneleponnya.Mereka terdengar mengobrol dengan seru.Sesaat aku merasa cemburu.Aku merasa sudah lama tidak mendengar obrolan semacam itu.Aku menikmati pemandangan sebagai obat rinduku. “Beberapa jam lagi sampai” katanya sambil memasukkan ponsel ke saku kemejanya.Aku mengangguk tanda setuju.Sepertinya ia melihat keanehan pada raut wajahku lalu ia bertanya lagi,”ada keluarga di Jakarta?” “Tidak” jawabku singkat sambil mengedarkan pandanganku. “Ahhh…baru beberapa jam aku pergi tapi aku sudah rindu masakan ibu” katanya sambil memandang ke arah jendela, sementara tangan kirinya mengusap perutnya. “Tadi … ibu?” tanyaku ragu.Ia lalu mengangguk dan berkata “wanita paling cerewet sedunia” sambil menyipitkan matanya. “Suatu saat kamu akan merindukan kecerewetannya itu” balasku. “Saat remaja cerewatnya ibu terasa menjen...

Teman Seperjalanan

2 jam perjalanan ke tiga, kami berbicara tentang cara kami hidup atau orang-orang biasa menyebutnya, pekerjaan. “Bagaimana keseharianmu?” tanyaku mengalihkan pembicaraan kami tentang hobi. Akhir-akhir ini aku lebih sering menggunakan pertanyaan ini untuk mengetahui pekerjaan seseorang. Aku merasa dengan bertanya dengan memakai pertanyaan “apa pekerjaanmu?” terdengar kasar bagiku. Mungkin karena aku sudah merasakan bagaimana rasanya tidak bekerja, sedang dalam situasi memutuskan keluar kerja, dan atau sedang tidak ingin bekerja. Sungguh itu perasaan yang tidak semua orang bisa memahami meski kadang kita mencoba jelaskan. Meskipun tidak cukup penting untuk dijelaskan juga, sebenarnya. “Aku bekerja di salah satu penerbitan. Semacam membantu penulis mengecek kosa kata atau mengomentari jalan ceritanya. Haha …” jawabnya dengan bercanda.  “Edior?” sergapku. Ia pun mengangguk membenarkan. “Itu cocok dengan hobimu yang berburu buku” kataku memujinya. “Banyak orang bilang begitu....

Teman Seperjalanan

2 jam perjalanan ke dua kami mengobrol tentang hobi. “Aku senang memburu buku lama” katanya penuh semangat. “Kenapa?” tanyaku ingin tahu. “Karena aku merasa ada keunikan di dalamnya. Apalagi kalau buku itu sudah tidak diterbitkan kembali. Semacam barang antik namun tidak begitu mahal harganya.Beberapawaktu lalu aku baru membelibuku lama."Ialalu menunjukkan buku kecil berjudul Aeosop . “Ini aku beli seharga Rp. 10.000,- Meskipun ini bekas tapi aku rasa it’s worth it . Karena berisi banyak cerita dan lagi banyak pesan moral di dalamnya.Dengan membaca aku merasa bisa menembus waktu. Memasuki dunia yang berbeda. Imajinasi manusia seperti tiada batas. Tuhan selalu menawarkan sesuatu yang baru untuk dijelajahi dan dipelajari" jelasnya dengan menghayati. Entahlah,mendengar ia bercerita tentang hobinya membuatku merasa ikut terbawa bahagia. Akuseperti ikut masukdalam dunianya.Lalu kudengar lagi bisikan “ia adalah lelaki yang tahu apa yang ia suka dan menikmati apa yang dilakukan...

Teman Seperjalanan

Sebuah seri cerita yang kutulis untuk mengikuti event menulis dari Bentang Pustaka bertajuk 14 Menulis Harapan.  Hari itu, aku sedang menunggu keberangkatan keretaku. Aku duduk di ruang tunggu di deretan kursi paling depan. Karena semalaman menyelesaikan kerjaan yang diburu waktu, aku merasa mengantuk sekali. Aku memegang tiket kereta di tangan kananku. Sementara tangan kiriku memegang backpack yang setia menemaniku. Tiba-tiba, aku terbangun. Seseorang menggenggam tangan kananku dan kamipun berlari. Setengah sadar, aku mencoba mengikuti gerak langkah kakinya. Pelan-pelan aku mulai mengerti apa yang terjadi. Kami sedang mengejar kereta bersama. Aku mulai dapat mendengar nafasku sendiri. Aku melihat ke arahnya, melihatnya tersenyum sambil berlari. Ia menggenggam tanganku erat sekali. Aku melihat gerak kakinya, mencoba mengimbangi langkahnya. Akhirnya kami berhasil masuk ke dalam kereta. Kami berjalan menuju gerbong lalu berhenti, berdiri, kami mencoba mengatur nafas kami. Ia ...