Ramadhan Kita

Sayup lirih Adzan berkumandang,
Pertanda berakhirnya kisah juang,
Ada yang tersenyum menatap meja makan,
 Sederet do'a dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan,
Lauk nasi, sayur, dan lauk bergantian dihidangkan,
Bertukar cerita mereka tentang hari yang dilalui,
Bahwa Ramadhan kali ini terasa berbeda sekali,
Penuh gelak tawa, canda tiada henti,
Kemenangan didapati tiada hambatan berarti,
Ada yang tersenyum menatap meja makan,
Sederet do'a dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan,
Meski nasi dan lauk pauknya masih dalam bayangan,
Bertukar cerita mereka tentang hari yang dilalui,
Bahwa Ramadhan kali ini terasa istimewa sekali,
Penuh keprihatinan dan kesabaran yang menguji,
Sayup lirih terdengar si kecil membaca Al Qur'an,
Menjadi kemenangan sejati yang meluluhkan hati,
Semoga semua kawan diselimuti dengan keberkahan Ramadhan,
Melalaui segala yang terjadi dengan penuh kesyukuran,

#YukBerpuisi
Sebuah puisi yang kutulis dalam event memeringati hari puisi nasional yang diselenggarakan oleh Bentang Pustaka

Comments