Teman Seperjalanan
Hai teman seperjalananku …
Selamat siang!
Aku menyapamu dengan puisi, kali ini,
Mimpiku hampir saja berlalu jika kau tidak datang tepat waktu di hari itu,
Berjam-jam kita lalui bersama dalam satu ruang bernama kereta,
Kita berbagi cerita hampir tanpa jeda,
Hari itu adalah pembuktian,
Jumlah pertemuan tidak jadi satu-satunya pedoman kedekatan ikatan,
Hampir semua rasa telah kubagi,
Tanpa takut dihakimi,
Kau memberikan kesempatan pada setiap jengkal pemahamanku,
Aku mengagumi lapangnya hatimu, luasnya sudut pandangmu, dan juga jernihnya fikirmu,
Banyak kata telah kucoba rangkai untuk mendefinisikanmu,
Tapi semuanya seperti tak mampu memenuhi wujud nyatamu,
Pada waktu yang masih berjalan,
Kuluangkan untuk menanam harapan akan adanya pertemuan,
Harapan yang terus tumbuh menjadi teman mereka yang terus berjuang,
Selamat siang teman seperjalananku,
Lewat puisi ini kusampaikan salam kerinduan ...
*Sebuah puisi yang kutulis dalam jeda cerita saat mengikuti event 14 Hari Menulis Harapan
Comments
Post a Comment