Selagi Masih Ada Waktu

Ingin kulunasi segala hutangku padamu
Tentang pagi,
Yang selalu kau bilang awal baru,
Aku menyapamu lewat do'aku dan secangkir teh pahit manis kesukaanmu,
Tentang siang,
Yang selalu kau bilang saatnya berjuang,
Melangkahkan kaki dengan senyum terkembang,
Aku mengikutimu dari belakang,
Katamu,"kita akan berpetualang sayang ... ke tempat baru di mana kita tak lagi mendengar caci maki,"
Tentang sore,
Saat senja menyapa kaki kita yang merona bahagia dan juga,
Malu-malu penuh debu,
Kau basuh kakiku dengan jemarimu yang menua,
"Bukankah ini kewajibanku?" tanyaku,
"Tidak, ini hakmu," jawabmu tanpa ragu,
Kurapikan bajumu sebagai gantinya,
Tentang malam,
Selepas semua terselesaikan,
Memejamkan mata dan mendengar desir angin adalah kesenanganmu,
Lalu kurapikan pundakku untuk kepalamu,
Dan lunas sudah hutangku.

Comments